Tampilkan postingan dengan label monty tiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label monty tiwa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2016

Tanya Istri Saya Dulu



Peritiwa ini terjadi dalam kesempatan konferensi pers film Sabtu Bersama Bapak, usai pemutaran filmnya di bioskop Blitz CGV Grand Indonesia. Setelah sutradara Monty Tiwa dan penulis buku Aditya Mulya memberikan sekapur sirih, giliran satu-persatu pemain bicara tentang porsi peran yang dibawakan. Dimulai dari Acha Septriasa, disusul yang lainnya.

Dalam kesempatan itu Acha sempat berseloroh ‘di mana ada pak Monty di situ ada saya’. Memang, sudah beberapa kali mereka terlibat produksi bareng. Salah satunya, Testpack yang membawanya meraih piala Citra untuk kategori Aktris Utama Terbaik FFI 2012. Bahkan Acha sempat melakoni adegan perkelahian dalam proyek yang belum jelas kapan rilisnya, Barakati.

Tak urung kalimat dari Acha ini membuat aktor Deva Mahenra merasa iri. Saat mendapat giliran, dia membalas pernyataan itu dengan nada jenaka ‘di mana ada pak Monty, di situ tidak ada saya’. “Jadi, pak Monty tolonglah ajak saya…” pintanya penuh harap agar diajak ikutan proyek syuting lagi. 

“Oke. Tapi gue tanya istri gue dulu ya, Dev… Boleh nggak nanti bawa lu ke rumah,” seloroh Monty dengan sigap.


 
2 Juli 2016 

Jumat, 01 Juli 2016

Papa Datang



Aktris Acha Septriasa kembali diajak kerja bareng sutradara Monty Tiwa dalam proyek Sabtu Bersama Bapak. Film lebaran 2016 ini selain menuntut kemampuan akting Acha yang sudah teruji juga memaksanya belajar hal baru, yakni bahasa Perancis. Apakah Aktris Terbaik FFI 2012 ini benar-benar bisa berbahasa Perancis?

“Ah, dialog itu sesuai skrip kok mas…,” selorohnya dalam kesempatan konferensi pers usai pemutaran filmnya di Epicentrum, 1 Juli 2016.

Dengan jujur, Acha mengaku hanya latihan sebentar untuk belajar dialog tersebut. Kemudian dia malah menunjuk pemeran anaknya dalam film itu justru lebih fasih berbahasa Perancis dan merekomendasikan untuk belajar kepadanya. Maklum, bocah yang dimaksud memang berayah Perancis dan ibu Indonesia. Ya, Acha sendiri memang tidak bisa berbahasa Perancis.

“Ada kejadian unik. Jadi dalam film ada dialog ‘Papa est arrive, papa est arrive…’. Saya bingung, kok anak ini menyebut-nyebut nama Arifin… Saya tanya sama dia ‘kok kamu menyebut nama itu?’…” tutur perempuan berzodiac Virgo ini. Arifin yang dimaksud adalah Arifin Putra, lawan mainnya di sana.

Sutradara Monty Tiwa turut pula membenarkan keheranan itu. Pasalnya, hari itu memang tak ada callingan syuting untuk Arifin. Kru yang ada di lokasi pun tak kalah takjubnya. Kok, bisa-bisanya anak-anak itu menyebut nama pemeran ayahnya.

Setelah itu Acha diterangkan bahwa baris kalimat tersebut artinya ‘Papa datang…’ bukan seperti yang dikira sebelumnya ‘Papa Arifin…’.
 


2 Juli 2016

Kamis, 07 April 2016

Ternyata Setannya Beneran



Sutradara Monty Tiwa melakukan langkah terobosan di tahun 2009. Pasalnya, film horor bertajuk Keramat yang dibuatnya untuk produser Chand Parwez sungguh tidak biasa. Dia menyodorkan bentuk berbeda ketimbang yang selama ini banyak dihadirkan oleh sineas lain.

Konsep gaya dokumenter yang belakangan menjadi tren di mancanegara, dikemasnya dengan memadukan khazanah alam mistis di negeri ini. Tak pelak, tanggapan publik bernada kagum datang bertubi-tubi.  Baik dari kalangan penonton awam maupun kelompok kritikus.

Bahkan, salah satunya membandingkan dengan film horor impor yang sedang menjadi buah bibir pada saat yang bersamaan, yakni Paranormal Activity. Adapun inti komentar yang datang nyaris seragam, yakni film Keramat terasa jauh lebih seram.

Saat dikonfirmasi kenapa kok bisa demikian, sineas bepostur tinggi besar ini hanya memberi jawaban singkat: “Soalnya di film Keramat setannya memang beneran..." 


(18 Februari 2010)