Tampilkan postingan dengan label chand parwez. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chand parwez. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Mei 2018

Akibat Rasa Gemas

Siang itu, Jumat akhir April 2018, ramai orang berdatangan di lobi bioskop Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka, umumnya masih usia remaja. Tujuannya sama-sama menyaksikan pemutaran film horor Sajen. Tentu saja ini pemutaran khusus atau premiere untuk kalangan terbatas. Dengan teratur mereka membentuk antrean untuk mendapatkan tanda masuk bioskop.

Saya berdiri menanti pemutaran dimulai. Santai sejenak dekat loket pembelian tiket bersama seorang rekan wartawan. Tiba-tiba produser Chand Parwez Servia melintas di depan kami dan dengan ramah menyalami kami satu-persatu.

“Wah, balik ke genre horor lagi, pak...” celetuk saya.

“Ya. Habisnya terasa gemas juga,” selorohnya dengan wajah santai.

“Kok gemas?” saya sambar lagi.

“Ya, selain memang sekarang zamannya film horor, di IBOMA kemarin yang menang malah Pengabdi Setan. Film Susah Sinyal  sampai kalah. Ya sudah, saya coba masuk horor lagi deh. Lagi pula Hanny Saputra sutradaranya kan pernah banyak bikin film sama saya,” tuturnya penasaran.

“Jadi mau coba icip-icip kue horor karena gemas pak ya... “

“Ya kira-kira begitu.”   


30 April 2018

Senin, 26 September 2016

Kami Selalu Cek Toko Sebelah



Memulai karier di ranah hiburan sebagai pelaku stand up comedy, Ernest Prakasa kemudian merambah ke film. Produser Chand Parwez memberinya kesempatan menggarap Ngenest dan ternyata mendapat sambutan luas dari khalayak. Lebih dari setengah juta karcis terjual di bioskop. Tentu saja ini membuat produser Chand Parwez sumringah dan tak segan-segan untuk memberikan proyek berikutnya. Semester kedua 2016, Ernest mengeksekusi proyek keduanya yang bertajuk Cek Toko Sebelah.

Akhir September diadakan peluncuran trailer sekaligus konferensi persnya di sebuah kafe di Plaza Semanggi. Selain Ernest yang menjadi Raden Ngabehi: penulis skenario, sutradara, dan pemain, hadir pula para pemain lainnya. Kali ini dimunculkan sejumlah nama top seperti Adinia Wirasti, Dion Wiyoko, Gisella Anastasia, bahkan aktor asal Malaysia Chew Kin Wah. Tentu saja kolega Ernest dari kalangan comic turut dimunculkan: Dodit Mulyanto, Adjis Doaibu, Awwe, Abdur Arsyad, hingga wajah anyar Anyuncadel dan Arafah.

Acara dipandu oleh duet comic Adjis dan Awwe. Setelah memperkenalkan para pemain mereka mempersilakan wartawan untuk bertanya. Seorang rekan langsung menanyakan soal proses promosi seperti apa yang kelak akan dilakoni oleh rumah produksi ini, sebelum dirilis di bioskop bulan Desember.

Di luar perkiraan, ternyata Chand Parwez hanya menjawab singkat,”Tentu saja setelah melakukan proses produksi, untuk promosi kita juga akan cek toko sebelah...” Kemudian dia menyerahkan microphone kepada MC.



27 September 2016

Rabu, 04 Mei 2016

Leonardo DiCaprio Wannabe



Diam-diam banyak juga produser yang punya bakat melucu. Salah satu di antaranya adalah Chand Parwez Servia. Suatu kali di bulan Maret 2011, tengah berlangsung gala premiere film Virgin 3 buatan rumah produksinya di Hollywood KC 21. Saat itu saya sedang bersama seorang rekan asal Bandung, sejurus kemudian datang Parwez ikut bergabung dalam obrolan.
 

“Oh dari Bandung ya…?” komentar Parwez saat mengetahui asal rekan saya. “…abdi ti Tasik (saya dari Tasik),” sambungnya seraya merentangkan kedua tangannya ke samping. Mengingatkan pada gesture Leonardo Di Caprio dalam film legendarisnya Titanic.

“Itu mah Titanic pak…,” kata saya.

“Wah iya ya. Betul juga,” balas sang produser.



Maret 2011

Kamis, 07 April 2016

Ternyata Setannya Beneran



Sutradara Monty Tiwa melakukan langkah terobosan di tahun 2009. Pasalnya, film horor bertajuk Keramat yang dibuatnya untuk produser Chand Parwez sungguh tidak biasa. Dia menyodorkan bentuk berbeda ketimbang yang selama ini banyak dihadirkan oleh sineas lain.

Konsep gaya dokumenter yang belakangan menjadi tren di mancanegara, dikemasnya dengan memadukan khazanah alam mistis di negeri ini. Tak pelak, tanggapan publik bernada kagum datang bertubi-tubi.  Baik dari kalangan penonton awam maupun kelompok kritikus.

Bahkan, salah satunya membandingkan dengan film horor impor yang sedang menjadi buah bibir pada saat yang bersamaan, yakni Paranormal Activity. Adapun inti komentar yang datang nyaris seragam, yakni film Keramat terasa jauh lebih seram.

Saat dikonfirmasi kenapa kok bisa demikian, sineas bepostur tinggi besar ini hanya memberi jawaban singkat: “Soalnya di film Keramat setannya memang beneran..." 


(18 Februari 2010)