Tampilkan postingan dengan label syuting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syuting. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juni 2018

Film Khusus Busana Sopan


Jumat sore 2 Desember 2016, Jakarta gegap gempita oleh aksi di kawasan Monas. Ini merupakan aksi politis yang dikenal sebagai aksi 212. Sementara di belahan lain kota ini, tepatnya kompleks kantor PFN, Jatinegara ada kesibukan proses syuting. Di sana berlangsung proses pengambilan gambar film horor bertajuk Legacy di salah satu studionya. Proyek arahan sutradara Helfi Kardit ini memang sengaja membangun set di sana.

Faktor pemain menjadi jualan utama dari film ini. Salah satunya ada Kelly Brook, aktris asal Inggris yang pernah berpacaran dengan aktor laga top Jason Statham. Film yang pernah dibintanginya antara lain The Italian Job dan Piranha 3D. Dengan modal tubuh semblohei Kelly kerap tampil di majalah pria dewasa.

Perihal daya tarik fisik ini, Helfi sempat menceritakan pengalamannya saat mengaudisi Kelly. Konon cewek kelahiran Rochester ini sempat takjub ketika mengetahui porsi perannya justru lebih banyak berbusana sopan.

“Jadi tak ada kostum seksi-seksi gitu buat saya di film ini?” tanyanya bernada heran seperti dituturkan sang sutradara.

“Betul, nggak ada itu. Karena konsep film kita itu horornya seperti Insidious atau Conjuring,” jawab Helfi kalem.  

“Eh, serius nih?” sambar Kelly setengah tak yakin.

“Iya, nggak percaya amat sih,” seloroh sutradara nan urang awak ini.


Kelly pun hanya bisa manggut- manggut mendengar jawaban itu. Lumayan deh tak harus buka-bukaan, begitu kira-kira yang terlintas dalam benaknya.

 
5 Desember 2016

Minggu, 22 Mei 2016

Wajah Penuh Semak-semak



Komika Arie Keriting kini menjadi aktor. Di film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara dia dipaksa sutradara Herwin Novianto untuk melakoninya. Dalam konferensi pers, Arie sempat menceritakan pengalamannya saat syuting di Atambua, Nusa Tenggara Timur, November 2015 lalu bersama aktris Laudya Cynthia Bella.

“Saya disuruh bawa mobil, padahal mereka tahu saya tidak bisa menyetir. Sudah tidak bisa menyetir, menghafal dialog, terus harus jaga keselamatan Bella. Sampai dua kali celaka…” tuturnya dengan aksen Indonesia Timur yang khas.

"Kejadian pertama saat ditabrak truk dari belakang, namun tidak terlalu parah. Saya tanya Bella, ‘tidak apa-apa Bella?’ dia jawab tidak apa-apa,” tutur Arie kepada wartawan. Maka syuting pun tetap dilanjutkan. Arie kembali menyalakan mesin mobil Isuzu Panther pick up itu dan Bella masih duduk di sebelahnya. Jalanlah mereka.

“Yang kedua, kejadian mobil masuk selokan. Saya tanya Bella, ‘tidak apa-apa Bella’ dia jawab juga tidak apa-apa, tapi wajahnya sudah penuh semak-semak…”



18 Mei 2016

Jumat, 01 April 2016

Kemarin Apa, Hari Ini Apa



Sutradara Nayato Fionuala bukan saja dikenal dengan banyak nama. Mulai dari Koya Pagayo, Pingkan Utari hingga Ian Jacobs semua menjadi merek dagangnya. Bang Nay, demikian para aktor memanggil namanya, juga banyak dikenal lantaran selalu kebanjiran order proyek film. Tahun 2009 sejumlah 8 judul beredar di bioskop dengan namanya di posisi sutradara, Tahun 2010, sebanyak 5 judul sudah disiapkannya dalam tempo 3 bulan.

Film karya Nayato juga dikenal dengan tata fotografinya yang ciamik. Tak jarang dia mengeksekusinya dengan spontan di lokasi, shot list itu macam sudah menempel di kepalanya tanpa harus dirancang nanti mau begini atau begitu. Pokoknya kalau sudah di lokasi, atur-atur sebentar langsung beres. Maklumlah, dia juga merangkap menjadi penata artistik.

Tapi, ada tapinya. Jangan tanya perkara cerita dalam film buatannya. Penonton dibuat pening setiap nonton karya-karya pria kelahiran Aceh ini. Rekan-rekan sang sineas sempat pula mengingatkannya. Dalam satu kesempatan, seorang rekan sutradara pernah bercerita tentang hal itu kepada saya.      

“To, gambar-gambar di film lu memang oke. Tapi, perhatiin cerita juga dong...,” ujar sang rekan memulai kisahnya di sebuah mal.

“Aduh...” keluh Nayato, “... bagaimana mau mikirin cerita. Kemarin gua syuting apa, hari ini gua syuting apa, besok syuting apa. Ya lupa sama cerita,” demikian rekan sutradara ini menirukan obrolannya saat itu.

Mendengar hal itu langsung saja kami tertawa. 



(20 Februari 2010)