Tampilkan postingan dengan label kk dheeraj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kk dheeraj. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2017

Very Well, Very Good



Yang namanya pelawak sudah terbiasa melakukan improvisasi di atas pentas. Berikan saja pada mereka alur ceritanya, niscaya dengan lincah akan dikembangkannya. Proses kreatif macam itulah yang dilakoni Komeng selama ini. Seperti dalam proyek perdananya, Anda Puas Saya Loyo karya KK Dheeraj, Komeng juga mendapat porsi improvisasi.

“Eh, betulan di film ini kamu tidak pakai baca naskah?” tanya wartawan usai pemutaran filmnya di bioskop Setiabudi XXI pertengahan 2008.

”Iya. Saya nggak dikasih naskah dari sutradara, soalnya mesin fotokopinya rusak,” seloroh pria bernama asli Alfiansyah ini seperti biasa dengan mimik mukanya yang lucu.

“Oh ya. Masak sih?” timpal wartawan yang lain.

”Jadi begini... Sebenarnya saya dikasih naskah sih, tapi saya balikin. Habisnya yang dikasih naskah teks Proklamasi. Ya, saya pulangin,” ujar Komeng. Kali ini mencoba berimprovisasi dan kali ini giliran para wartawan tertawa senang dibuatnya.

Komen mengaku kepalang basah terlibat. Apapun risikonya dia pasrah menerima nasibnya seperti itu. "Pokoknya very well, very good. Jangan bawel, jangan ribut,” sergahnya dengan suara sengau yang khas.

Huhuy... 


Juli 2008

Rabu, 28 Desember 2016

Dua Minggu Syuting Dua Minggu Datang Bulan



Rumah produksi K2K Productions memiliki resep tersendiri dalam membuat film. Salah satunya dilakoni  dengan membuat judul-judul jenaka seperti Mas Suka Masukin Aja, Pijat Atas Tekan Bawah, atau Darah Janda Kolong Wewe. Hasilnya pun tidak jelek juga. Proyek buatannya kerap mendapat sambutan baik dari khalayak.


Awal 2010, publik kembali dibuat tersenyum. Maklumlah, proyek anyar dari produser KK Dheeraj ini diberi label Hantu Puncak Datang Bulan. Ada apa ya, kok diberi judul seperti itu? So pasti ada riwayat tersendiri yang menarik untuk dituturkan.


Salah satu pemainnya, Tesa Mariska mengisahkan saat konferensi pers di restoran Planet Hollywood, Jakarta. “Kata Puncak, karena syutingnya memang di daerah Puncak," katanya. Nah, bagaimana dengan frasa "datang bulan"?

“Kalau soal itu, ini kan film yang banyak buka-bukaan,” lanjut seleb yang sempat ikutan jadi caleg pada Pemilu 2009 ini. Tesa rupanya merasa kurang nyaman untuk melakukan adegan syur di film itu. “Saya agak malu untuk beradegan sensual. Ya saya sih maunya bermain sesuai skenario, dan memang tidak ada ditulis di skenario, jadi saya tidak mau.”     

"Lantas, apa kiatnya agar selamat dari adegan buka-bukaan itu?" tanya wartawan.

“Ya, saya mengaku sedang datang bulan,” lanjutnya kalem. “Jadi setiap syuting kalau disuruh buka sedikit, saya tetap mengaku datang bulan.  Jadi dua minggu syuting, ya dua minggu datang bulan...”



Desember 2010