Tampilkan postingan dengan label aktor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aktor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Januari 2019

Pelajaran Matematika


Yayu Unru adalah salah satu aktor kuat di negeri ini selama beberapa tahun terakhir. Namanya selalu tercatat dalam nominasi di berbagai festival film tanah air. Bahkan, dua piala Citra sukses diraihnya untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik, masing-masing untuk film Tabula Rasa (2014) dan Posesif (2017).

Namun pria kelahiran Makassar tidak lantas berpuas diri. Setiap peran yang diterimanya selalu dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Terakhir dia kembali mencetak prestasi lagi dalam ajang Festival Film Tempo 2018. Di sana Yayu diganjar sebagai Aktor Pendukung Pilihan lewat permainannya dalam film Menunggu Pagi.

Di bawah arahan sutradara Teddy Soeriaatmadja, Yayu bermain gemilang sebagai seorang bandar narkoba. Adegan yang dia mainkan memang terhitung singkat. Justru dengan tempo yang sesingkat-singkatnya dia mampu menunjukkan performa sebagai sosok yang bengis di balik penampilan santainya. Alhasil, dewan juri sepakat memenangkannya menyisihkan nama lainnya seperti Verdi Solaiman, Nicholas Saputra, dan Rianto.

Awal Desember 2018, digelar malam penghargaan di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan. Usai namanya disebutkan sebagai pemenang, naiklah Yayu ke atas podium untuk menerima piala dan memberikan sambutan.

“Terima kasih kepada sutradara saya Teddy, yang memberikan saya pelajaran matematika. Dia suka bilang turunin 25 persen. Naik lagi 5 persen... untuk kadar akting saya,” tuturnya yang langsung disambut gergeran para hadirin.
  


 10 Desember 2018

Minggu, 23 Desember 2018

Ambil yang Bagus-bagus


Kasus video porno yang menimpa musisi Ariel Peterpan pertengahan tahun 2010 membuat publik terhenyak. Namun bagi kalangan pers, kabar macam begini justru ini menjadi amunisi yang menarik. Siapa saja bisa menjadi narasumber untuk ditanya berkaitan dengan kasus ini. Wabil khusus para selebritas.

Salah satu sosok yang dianggap pas adalah Roy Marten. Aktor senior ini nongol lagi setelah sekian lama dibui karena terlibat kasus narkoba. Lantaran pernah tersangkut kasus hukum ini, Roy cukup valid untuk dijadikan rujukan atas kasus Ariel tersebut. 

Pria asal Salatiga ini muncul dalam rangka syukuran film horor bertajuk Selimut Berdarah, pada pertengahan Juli 2010. Tampak hadir para pemain macam Enno Lerian dan Pingkan Mambo. Namun kehadiran sang aktor legendaris di restoran Planet Hollywood ini kontan membuatnya dikerubungi wartawan dan menodong pertanyaan.


“Jadi bagaimana kasus Ariel ini di mata om Roy?“ tanya salah satunya.  


“Ah, yang dilakukan Ariel bukan kejahatan kok. Itu hanya kenakalan,” seloroh Roy kalem.

“Lantas, kenapa harus dikurung?” sambar wartawan yang lain tak kalah lincahnya.

“Soalnya kan dia ambil yang bagus-bagusnya...,” ucap Roy penuh makna. 

Ucapan ini langsung disambut tawa terbahak-bahak dari mereka yang hadir. 



25 Juli 2010

Jumat, 01 April 2016

Kepala Tegak



Lain lagi dengan cerita dari Denny Sumargo, seorang atlet bola basket yang belakangan terjun menjadi aktor film. Suatu kali dia pernah menuturkan pengalaman seputar film 5 cm yang dibintanginya. Ceritanya ada salah seorang penonton yang sempat curhat kesan yang dialaminya saat menyaksikan film ini.

“Wah, benar-benar kutipan “leher yang akan lebih sering melihat ke atas…” itu meresap banget…” ucap Denny menirukan apa kata sang penonton.

Kok bisa begitu? Sejenak Denny melanjutkan,”Iya, soalnya gue duduk paling depan…”. 

Rupanya, lantaran film 5 cm ramai ditonton orang, membuat penontonnya terpaksa duduk sampai di barisan paling depan.  Belakangan diketahui, karcis yang terjual untuk film ini mencapai lebih dari 2 juta helai.



(8 April 2013)